Tentang Website Ini
Website ini dikhususkan bagi mereka yang mau ngambis buat ONMIPA. Di sini kita bisa belajar materi ONMIPA, melihat pembahasan soal-soal ONMIPA tahun-tahun sebelumnya, dan latihan soal untuk persiapan ONMIPA tahun berikutnya.
Sebelum membahas itu lebih jauh, mungkin mari berkenalan dulu dengan saya dan kenapa saya membuat website ini.
Saya adalah Filza Buana Putra, seorang pecinta matematika yang sangat menyukai problem solving. Saya sering ikut OSN matematika, dari SD, SMP, hingga SMA. Sayangnya, saya tidak pernah lolos seleksi pertama. Selalu saja mentok di tingkat kabupaten. Hingga akhirnya saat SMA yang merupakan kesempatan terakhir saya untuk mengikuti OSN matematika juga gagal di tingkat kabupaten.
Setelah gagal di OSN kelas 11 (karena OSN SMA maksimal hanya bisa diikuti hingga kelas 11), saya patah hati lalu saat kelas 12 kembali ingin mengikuti lomba matematika. Waktu itu saya mengikuti OMITS yang diselenggarakan oleh program studi matematika ITS bersama teman saya Romi. Lomba ini diselenggarakan di kota.
Saat mengerjakan ujian, saya berpikir kenapa soalnya sulit sekali (banyak soal itu buatan kak Uzu, btw, salah satu mahasiswa di ITS). Kami hanya bisa menjawab 1 soal isian (8 poin) dan 1 soal pilihan ganda (4 poin) dengan total poin 12. Awalnya saya tidak menyadari tingkat kesulitan soal melihat peserta lain mengerjakan dan mereka menjawab dengan cukup cepat. Saya melirik teman saya lalu di situ saya berpikir, “eh? Jangan-jangan soalnya mudah. Saya saja yang masih kurang ilmunya.”
Akhirnya, setelah itu sebagian besar soal saya jawab dengan asal. Hasil akhirnya sudah bisa dipastikan: kami gagal. Namun ada satu hal yang lucu. Orang yang lolos ke tahap selanjutnya mendapatkan cuma 11 poin vs kami yang poinnya negatif (-4). Saat itu saya kemudian terpikir,
Titik Balik
Saat itulah saya sadar. Akhirnya saat kuliah saya ingin fokus untuk ke lomba matematika. Saat awal semester 1, saya mencari berbagai macam lomba matematika yang ada di tingkat perkuliahan. Yang cukup prestige saat itu adalah OSN Pertamina. Di semester 1, saya belajar banyak lebih dulu bahkan sebelum perkuliahan dimulai. Saya belajar kalkulus lebih jauh daripada yang lain, aljabar linear lebih dulu, bahkan struktur aljabar. Bermodalkan hal ini saya kembali gagal ke tingkat nasional, tetapi saya berhasil juara 2 tingkat provinsi. Ini menurut saya suatu keberhasilan yang cukup untuk membuat saya lebih termotivasi lagi.
Singkat cerita tahun depannya, saat saya semester 3, saya berhasil ke tingkat nasional di OSN Pertamina dan berhasil juara 1 provinsi dan maju ke babak 6 besar. Pada semester 4 saya berhasil ke tingkat nasional di ONMIPA dan mendapatkan honorable mention. Pada semester 6 saya kembali ke nasional, namun belum berhasil membawa pulang medali. Di kesempatan terakhir saya, saya mendapatkan medali perunggu. Selain itu, di kompetisi Sobat Bumi, saya berhasil menjadi juara 3 tingkat nasional. Pencapaian tertinggi saya selama berkuliah.
Mungkin itu kata yang cocok untuk menggambarkan hal ini.
🚀 Timeline Perjalanan & Prestasi Perguruan Tinggi
Progres SemesterOSN SMA (Kelas 11) & OMITS ITS (Kelas 12)
Mentok di OSN SMA kabupaten kelas 11 & berjuang di OMITS ITS saat kelas 12. Titik temu kesadaran mengenai pentingnya kepercayaan diri dan persiapan belajar mandiri.
🥈 Juara 2 Tingkat Provinsi
Belajar mandiri kalkulus, aljabar linear, dan struktur aljabar lebih awal sebelum perkuliahan dimulai. Keberhasilan pertama yang memicu motivasi besar.
🥇 Juara 1 Provinsi & Babak 6 Besar Nasional
Lolos ke tingkat nasional OSN Pertamina dan masuk dalam jajaran 6 besar terbaik nasional.
🎗️ Honorable Mention Tingkat Nasional
Lolos ke tingkat nasional ONMIPA pertama kali dan meraih penghargaan Honorable Mention.
🇮🇩 Finalis Nasional ONMIPA
Berhasil lolos kembali bertarung di panggung nasional ONMIPA PT.
🥉 Medali Perunggu Tingkat Nasional
Puncak perjuangan di ONMIPA PT dengan mempersembahkan Medali Perunggu Nasional.
🏆 Juara 3 Tingkat Nasional
Pencapaian tertinggi di ajang kompetisi Sobat Bumi tingkat nasional selama berkuliah.
Mungkin teman-teman sekarang merasa kurang baik dalam penguasaan materi ataupun skill problem solving. Namun, dengan diasah lebih jauh kita akan mampu mendapatkan hasil yang kita inginkan. Kuncinya adalah berusaha.
Website ini saya buat untuk teman-teman yang ingin berusaha.
Dibantu AI
Saya membuat website ini dibantu AI. Saya sebelumnya memang telah membuat materi tentang persiapan ONMIPA dan juga pembahasan untuk soal-soal ONMIPA. Namun, untuk bagian materi, untuk mengubahnya dari .tex ke website, saya membutuhkan bantuan AI. Terutama di bagian materi 5 bidang. Ini tetap saya lakukan quality control, karena AI terkadang ngaco untuk soal-soal yang lebih susah (mungkin dalam mode thinking dia akan lebih bagus sih). Sekarang mungkin materinya masih sedikit karena bawaan AI. Namun, materi ini terus saya perbarui dari hari ke hari agar lebih memudahkan bagi mereka yang mau belajar. Penjelasan lengkap mengenai transparansi dan alur kerja AI ini dapat dibaca di halaman Penggunaan AI di Website Ini →.
Sedangkan untuk bagian pembahasan soal, saya lebih suka menulis sendiri. Karena menyelesaikan soal adalah kesenangan tersendiri untuk problem solver.
Website ini dibuat agar seringan mungkin dan saya tidak akan menambahkan iklan apapun di dalamnya.
Materi dapat di-download dalam format PDF (diketik menggunakan Overleaf) di halaman modul.
Murni diperuntukkan bagi teman-teman yang ingin belajar dan berjuang di kompetisi matematika.
Kita akan membahas bagian tips bagaimana untuk belajar ONMIPA dari awal di pembahasan yang lain. Untuk sekarang, selamat belajar.
Konsep Digital Garden
Website ini dibuat dengan konsep digital garden (kebun digital). Semua halaman materi pada awalnya hanya kerangka biasa yang dibuat oleh AI, lalu saya kembangkan secara terus-menerus, diperbarui, dan diperbanyak agar sesuai dengan standar ONMIPA. Ulasan lengkap mengenai filosofi ini, sitasi esai Maggie Appleton, dan tahapan pertumbuhan catatan dapat Anda baca di halaman Konsep Digital Garden di Website Ini →.
Sejauh ini, bagian awal Analisis Real sudah mulai bertumbuh menjadi catatan yang matang. Sementara itu, bagian materi lainnya masih berupa bibit-bibit yang akan terus bertumbuh dan menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.